Sinopsis: Hukum Taurat menyatakan bahwa hakikat manusia adalahmakhluk ciptaan dari Pencipta alam semesta yang adalah Roh. Pada waktu Allah menciptakan manusia, Adam, Ia membentuknya dari debu tanah. Saat Allah menghembuskan Roh-Nya kepada manusia yang baru saja dibentuk-Nya itu menjadi hidup, secara jasmaniah, jiwaniah dan rohaniah. Penyembahan kepada Allah merupakan konsekuensi logis dari manusia oleh karena penciptaan. Tujuanpengurapan adalah agar para penyembah teradaptasi dalam hakikat Allah yang Mahakudus. Dengan demikian mereka berkenan di hadapan Allah. Alasannya, manusia telah jatuh kedalam dosa. Dosa itu memisahkannya dari hadirat Allah yang Mahakudus. Kutuk dan kesusahan hidup menyadarkan manusia bahwa ia membutuhkan Allah dalam hidupnya. Masalahnya, manusia dengan usaha dari idenya sendiri tidak akan berkenan dan mampu untuk menghampiri Allah. Dosa tidak memperkenankan manusia menghampiri Allah yang kudus. Penelitian ini menempuh metode kualitatif agar dapat mendeskripsikan dan untuk memperoleh pemahaman tentang nilai-nilai dan kualitas pengurapandalam Hukum Taurat