Sinopsis: Manusia sejatinya diciptakan serupa dan segambar dengan Allah sang Penciptayang menciptakan alam semesta dengan perkataan Firman-Nya, sehingga manusia mampu menjadi representasi Allah di dalam dunia ini. Namun, dari masa ke masa manusia seringkalibersikapmengabaikan kuasa perkataan Allah yang telah diletakkan di dalam mulut dan hatinya (Ulangan 30: 14). Masalah timbul ketika manusia menggunakan perkataannya tanpa pengertian akan kebenaran dantidak didasari sikap menghargai dan menghormati kuasa ilahi yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak dari manusia sebagai pembawa kuasa perkataan Allah berdasarkan menurut Kejadian 1:3,26yang diterapkan dalamKejadian 2:19 dan Bilangan 14:22-23. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitaitf deskriptif dengan pendekatan terhadap suatu pengertian dan pemahaman akan refleksi gambar Allah yang ada pada setiap manusia.